SHUTDOWN ZINE (Ray Yunus)


Too little time for hatred

This life, a very short one. How would you like to describe your life? How would you like it to be shared with your kids of the next generation?
To be the another superhero of all time? Who managed to solve every problem created by you yourself? Is it all about being the number one? All time favorite hero?
How perfect were you in your short life? Man was born to learn from every mistakes they have made, and why do you still talking about perfection and all the 'being number one’ stuff?
In your short life, you was struggling to survived. Your mouth was muted, your ear was deafen, your eyes were blinded. So why don’t you just tell them the truth? So that the kids will have something about the truth as a lesson to be learn. You don’t want to see the same type of robots being produced over and over again, right?
We were taught to obey the same routine of law from day one until our very last breath. We knew it, but we pretended seeing nothing. We were not blind, but we pretended as if nothing ever happened. We have a pair of ear and what did we do? We pretended again as if nothing ever been heard.
We were never a superhero at all. We are all the same. You and me, we state the obvious. We think about common sense. We live to love. We are never a superhero at all. We need each other, to reproduce, to keep the love going on and on and on and on, to live in solidarity. Why? Because we were not created to live for forever.
Too little time for hatred, very short life to live. Why waste your short life for hatred? Share your happiness with everyone, isn’t that so common sense?
You were thinking to live perfectly with all the luxurious things all around you, for who? You? Just you? Was it all about you? Really?
We are fooling each other, everytime! We kill each other, kill not killed, there is a repetition, continuosly killing each other! Why? For what? I told you, we were taught to obey the same routine, to be the number one, SATU in bahasa. As of that, we created too many ideologies to comfort us, do we need one? fake statistics for fake democracies, fight for nonsense so called human rights and.. bla bla bla, bla bla bla. Still, mankind are dying, starving, helpless, hopeless. And why? Why? Why?
I am talking to a dead man? Mr.grammar said so.
Too little time to live for hatred. Spread the love because its free. Common sense. Selamat! Sukses!

Artikel Too little time for hatred oleh Ray Yunus utk Lovegrasszine

Whom Play With Who (American Music Revolusion)


Nirvana  
as an American rock band that was formed by singer/guitarist Kurt Cobain and bassist Krist Novoselic in Aberdeen, Washington in 1987. Nirvana went through a succession of drummers, the longest-lasting being Dave Grohl, who joined the band in 1990.

In the late 1980s Nirvana established itself as part of the Seattle grunge scene, releasing its first album Bleach for the independent record label Sub Pop in 1989. The band eventually came to develop a sound that relied on dynamic contrasts, often between quiet verses and loud, heavy choruses. After signing to major label DGC Records, Nirvana found unexpected success with "Smells Like Teen Spirit", the first single from the band's second album Nevermind (1991). Nirvana's sudden success widely popularized alternative rock as a whole, and as the band's frontman Cobain found himself referred to in the media as the "spokesman of a generation", with Nirvana being considered the "flagship band" of Generation X. Nirvana's third studio album In Utero (1993), challenged the group's audience, featuring an abrasive, less-mainstream sound.

               


   VS





 Bad Religion is a punk rock band that formed in Los Angeles in 1978. Their current line-up consists of Greg Graffin (vocals), Brett Gurewitz (guitar), Jay Bentley (bass), Greg Hetson (guitar), Brian Baker (guitar) and Brooks Wackerman (drums). Gurewitz is also the founder of the label Epitaph Records, which has released almost all of the band's albums. They are often credited for being involved in the revival of punk rock and inspiring several subsequent punk bands during the late 1980s, as well as influencing a large number of other punk and rock musicians throughout their career. Bad Religion is also particularly known for their use of soaring 3-part vocal harmonies (which they refer to in their album liner notes as the "oozin' aahs"), sophisticated and intellectual lyrics, and political or religious commentary. Their lyrics often relate to matters of social responsibility.

Punk Rock di Mentakab

Hishamuddin Rais
Bagaimana kalau anak muda ini  dilahirkan di Busut Jin Temerloh, atau di Tanjung Kerayong  Mentakab atau di Jerantut. Apakah anak muda ini  akan merasa kecewa kerana  tidak dilahirkan di Manchester, Liverpool atau di Brixton London.  Alangkah indahnya dunia anak-anak  muda jika mereka hidup muda sebebas kawan-kawan  mereka di Berlin, di Amsterdam  atau di Madrid. Tetapi hakikatnya  bukan tempat kelahiran yang menjadi kunci untuk merayakan kemudaan. Kuncinya hanyalah — mahu atau tidak mahu.

Pada petang Tahun Baru China  dalam perjalanan pulang dari Pantai Balok Kuantan , kereta yang  aku naiki  berhenti di lampu merah  di persimpangan pekan Mentakab. Di sebelah kiri di tembok jalan kelihatan  satu kumpulan anak muda berbaju t hitam. Mendongak ke  tingkap bangunan aku ternampak  seorang anak gadis  melambai-lambai. Kereta diberhentikan dan aku memanjat tangga.

Dengan tiket berharga  Rm 7.50 aku dibenarkan masuk tanpa dipaksa menunjukkan kad  pengenalan.  Hampir 70 orang anak muda  sedang berpesta menyambut  Tahun Naga. Ada yang berdiri dan ada  yang tersandar letih di dinding. Tidak ada yang bersembang mesra.

Dalam pesta punk rock ini, kumpulan anak muda meloncat, mengambur dan menjerit-jerit dalam …
Musik sedang rancak. Sebuah band punk rock — tiga  gitar satu gendang dan seorang penyanyi sedang beraksi.  Band bermain musik  dilantai tanpa pentas. Dalam dewan  seluas bilik darjah ini  menjadikan  petikan  gitar dan pukulan gendang bergema hingga menggegarkan dada.  Suara manusia tenggelam. Musik yang bagitu kuat hinggakan  pantulan bunyi ini boleh mengoncang tembok dinding.  Sedozen anak muda sedang meloncat,  mengambur dan menjerit-jerit dalam satu tarian yang penuh bertenaga. Ini pesta punk rock.

"AFK  ialah Acai  Fifi Kasha" Dia menjeritkan jawapan ke telinga  aku. "Ini studio kawan saya. Ada enam band bermain untuk gig petang ini.  Gig mula jam 3 petang.  Kami datang dari banyak tempat. Ada dari Jerantut,  Temerloh dan yang paling banyak dari sini..Mentakab...studio ini tempat lepak."
Kumpulan pemuda-pemudi ini berpesta mengikut motto 'punk rock' seperti yang tertulis dibaju.

Bayangkan apa jenis musik yang  dimainkan oleh band dengan nama-nama seperti  Attacking Business, Kill The Rock Star, Nana, Pop Up Peace, Metal Pisik dan Trotter Groc.  Kugiran Pop Yeah Yeah  tahun 60'an  seperti   The Rythmn Boys,  Siglap Five  atau De Fictions, Les Remaja pasti akan   tutup kedai apabila punk rock sampai.

Underground gig bukan satu  yang asing.  Adalah kesilapan besar jika menganggap hanya  di Kuala Lumpur  atau di Pulau Pinang wujudnya  underground gig.  Musik underground ini adalah sebahagian dari   budaya ' counter culture' yang berkembang selari dengan budaya arus perdana.  Budaya counter culture ini adalah  budaya anak-anak muda yang bangun melawan. Mereka bangun untuk melawan -   gaya, tempo, rhytmn, dan bunyi suara musik 'main stream' yang mereka anggap poyo.

Hari ini ada beribu-ribu lagi band bawah tanah  dari   Dungun hingga ke Denver, dari Semenyih hingga ke San Francisco — dari  Melbourne hingga ke  Madrid, dari Gaza  hingga ke Moscow — malah dimana saja dalam dunia ini kita akan bertemu dengan punk rock.  Punk rock bukan lagi milik  anak muda kota London. Punk rock telah di demokratikan untuk dimiliki oleh anak muda semua bangsa. Malah di Kathmandu Nepal pun telah ada  kumpulan punk rock.

Berhati-hati - punk rock ini macam satu gerakan agama — memiliki banyak mazhab. Ada punk pop, ada punk hardcore, ada punk metalcore, ada  punk trash , ada trash metal dan dan dan.  Jalur-jalur ini memisahkan antara satu band dengan yang lain. Sang peminat punk rock akan  mengetahui semua jalur dan ciri-ciri band kesayangan mereka  seperti seorang lebai mengetahui  Sifat Dua Puluh.
Genre punk rock ini adalah genre muzik yang memiliki tenaga yang ampuh lagi mengancam.  Tenaga ini adalah tenaga anak muda. Bila anak muda bertemu dengan gitar, drum set dan dikahwinkan dengan teknoloji moden — pelbagai kemungkinan akan berlaku. Muzik punk  ini mengancam  dan berkemungkinan  meruntuhkan dunia lama. Seperti kata saya " Saya main musik ikut rasa hati."  Punk rock ialah hati, perasaan  dan sanubari anak-anak muda.

Sebelum meninggalkan Mentakab    aku  mengucapkan terima kasih kepada lampu merah di persimpangan jalan. Jika tidak kerana lampu merah itu tidak mungkin aku singgah di Mentakab dan mendengar musik  grind core dan metal hardcore untuk menyambut kedatangan Tahun Naga.

Petikan kata-kata punk dari Hishammudin Rais untuk scene Temerloh/Mentakab 
yang diambil oleh Pacat dari :



Konspirasi Bingit Gig Report

Konspirasi Bingit telah terlaksana pada 5.2.2011 di Arjuna Studio, Temerloh Industrial Park. Band-band yang masih terhoyong-hayang ada yang ok dan ada yang tidak ok - Ini dia featuring 9 bands :

MyHeadCorrupt – KL hardcore
The Mindless Show – Shah Alam punkrock
G.G.K – Hulu Langat skapunk
Toxictoy – Jerantut punkrock
The Pips – KL female fronted folk/punk
Khayall – KL stoner/metal
SMG – Shah Alam grindcore champion

Soul Savior – hall of fame punkrocker from Semantan
Rotgut – Temerloh own grindcore unit

Ini adalah merupakan gig yang keempat sejak acara gig yang pernah diadakan di Arjuna Studio Mentakab. Ia telah dihadiri dengan anak-anak muda yang kegilaan muzik Punk di sekitar Temerloh dan Mentakab. Walaupun gig ini dihadiri hanya segelintir mat-mat Punk tapi ia sudah cukup happening.

My Head Corrupt dengan genre hardcore punk yang membuai keheningan pada sessi sebelah awal petang. Diikuti dengan The Mindless Show yang tidak berapa pasti apakah band ini main muzik Punk rock ataupun Heavy rock.

Tidak lama kemudian band dari KL, The Pips fronted folk punk membuat persembahan. Masa inilah kaki rasa hendak sama-sama moshing. Kemudian diteruskan dengan bands antaranya Toxictoys dan SMG. Organizer gig adalah orang yang paling sporting ketika itu kerana menjalankan tugas dengan baik tetapi lemahnya ada sedikit kekeliruan semasa mengumumkan band-band yang akan perform, dah jadi keliru pulak. Masing-masing buat tidak tahu je..

Tengah-tengah band Khayall dari KL pula diteruskan performing dan kemudian Rotgut mendendam beberapa buah lagu Grind Hardcore dan beberapa gambar gitar Rotgut yang penuh dengan sticker juga diambil. Lastly punkrockers bands dari Temerloh Soul Savior membelasah 4  lagu iaitu Menyusur Awan, Hidup Berantakan, You dan Outrosmental. Ini  acara gig buat pencinta yang julung-julung kalinya. 

Waallahualam , apa yang baik itu dari Tuhan dan yang tidak baik itu dari kesalahan sendiri dan kalau tidak puas hati haraplah korang komen !


Soul Savior - Menyusur Awan

Impian Menjadi Rockstar

Zaman remaja merupakan era perkembangan minda yang terdedah dengan pelbagai budaya. Pelbagai genre boleh didengari termasuk pop, rock, slow rock, heavy metal dan sebagainya.

Zaman 80'an dan 90'an terdapat beberapa band-band underground termasuklah Cromok, FTG, Suffercation dan beberapa buah band lain yang tidak terkenal seperti Brontox, The Craddle, Fixs SS, Bolloxs, STP, Fathersucker dan sebagainya. Inilah yang memula menapak underground disini Malaysia dan mulalah ia bepengaruh membeli dan jual kaset itu kaset murah sahaja cuma RM8.
Zaman itu tidak berhenti sahaja, lewat 90'an band muzik luar negara dan tempatan menghasilkan Ep mereka sepanjang tahun sehingga awal tahun sampai hari ini. Antara yang masih tersenarai seperti (bukan dibawah DIY records) Anthraxi, Sepoltura, Bulldozer, Metalika, Sodom, D.R.I, Ugly Kids Joe, Napalm Deaxh, Kreator God Flesh, Megadeth rebound, Iron Maiden (Farewell) dan Sick of it All dan ini semua sekali (etc..)

Millenium memasuki tahun 2000 ini muzik Punkrock sunyi sepi. Di selatan Denmark dan Sweden dilanda peperangan mainstream dimana "The white man burden" menganggap mereka ahli kitab dan tidak mengambil apa-apa fahaman hanya melebalkan ia sebagai "anti-christ" muzik hitam atau lebih tepat 666pagan. Kemunculan zine seperti Krenmaut, Vultour, Sixty five dan mengatakan Nabi akan muncul pada akhir zaman dari kalangan orang Yahudi. 

Ada beberapa band dari Barat daya juga menghasilkan Ep dan Lp dibawah DIY records tidak terpengaruh dengan "The white man burden". Mereka tidak menghasilkan lagu tetapi membuka kedai gitar dan memaksa belia membeli barangan yang telah mereka hasilkan termasuklah drum dan irama tekanan kaki.

Kerana atas paksaan mereka tidak berjaya menghasilkan lagu tetapi bunyi deruman yang mereka istilah deruman "Rotiton" dan lantunan bunyi desing. Akhirnya paksaan ini terhenti kerana mereka telah terpaksa hingga salah seorang anggota paksaan telah mati terkena kejutan elektrik. Tahun berikutnya satu kumpulan dari Yugoslavia menamakan mereka The sick of Down Never mengenakan kuasa Biolektik dan mencuba memasukkan irama Rap dan Punk kedalam Rotiton. Bunyi mereka namakan ia Madness Hardcore Punk Rapping.  

Kesemua Madness Track dalam bentuk rapping dan Rotiton (hardcotrack). Antara label records yang menghasil seperti New 6 of it All, Downseting Label, Terrorist IRL, Outbless (oh my Got), Biohazard the limits, Hatebreed, DEatD dan Stomper.
 
Dulu band Independent Malaysia (D.I.Y) ada-ada tapi bukan ada sangat.... Subculture, O.A.G, Oddfellow, The Gear, Pilgrims, itu sahajalah rasanya. Sekragni macam-macam ada dah pun, yang tidak boleh masuk TV , pun dah masuk - macam Butterfinger, O.A.G, Meet Uncle Husain ini buat duit sahaja, Tidak kiralah U-Ground ke tidak U-G ke, pakai bedal je.......


Wallahua'lam ......




Janganlah meniru gaya aksi handstand ini takut-takut nanti tersalah handstand terjadi hands-up. Hardcore life ...... sprinkle it like a surprise